>>Flashback Off
@ pulang sekolah...
"Bek, gue anterin pulang mau gak??" kata Rio sambil membereskan buku-bukunya.
"Ya udah.. Yuk pulang .. capek gue " kata Shilla.
"Yuk.. Bawain buku gue tuh.." kata Rio lalu berjalan keluar kelas.
"Ehh.. Kok gue yg bawa sih.. Ahhh" kata Shilla lalu mengambil buku Rio.
@ parkiran...
"Nyuk.. Nih buku loe.. Bawa sendiri" kata Shilla sambil memberikan buku-bukunya..
"Yah.. Bawain kenapa.. Pegang dulu gue mau buka mobil"
"Ahh.. sini biar aku yg buka"
"Yee.. Dasar bebek.."
"Nih udah kebuka..Ayo buruan.."
"Iya..iya.. Sabar dikit kek.. "
Dalam perjalanan ke rumah Shilla, terjadi keheningan yg cukup lama. Sampai sampai Rio hampir menabrak orang yg menyebrang.
"Ehh.. Nyuk.. Awass..." kata Shilla.
"Ahh.. " kata Rio yg langsung menginjak rem mobilnya.
Mobil Rio pun terhenti tapi tidak dengan oranng yg ditabraknya.Orang itu terjatuh dan barang bawaannya berserakan kemana-mana.Rio dan Shilla langsung turun dari mobil dan menghampiri orang itu.
"Ehh... kamu ngga apa apa kan??" tanya Rio.
"Aduhh.. kalo jalan liat-liat dong... Liat nih barang-barang aku jadi berantakan" kata pemuda itu..
"Ya maaf.. Biar kita beresin deh." kata Shilla..
"Makanya kalo bawa mobil harus konsen.. Ehh.. Rio yah??" tanya pemuda itu.
"Cakka kan??"tanya Rio.
"Iya gue Cakka.. weitss bro.. ngga nyangka yah kalo kita bisa ketemu lagi.."
"Hahaha.. Iya.. Kapan balik dari Amrik?"
"Seminggu yg lalu.. haahaa.. ini siapa?? cewe loe??"
"Ehh.. Bukan .. enak aja dibilangin gue cewek dia.. ihhh.. amit amit deh.." kata Shilla.
"Weiitsss.. Sabar nemg.. galak banget.. Yo, emang dia siapa??"
"Musuh di kelas.."kata Rio cuek.
"Woww.. Hehe.. Sorry yah.. Gue gak tau.."
"Hahaha.. Santai aja bro.." kata Rio.
"Oke bro.. Gue pergi dulu ya bro.."kata Cakka.
"Okee bro.. Bye.." kata Rio sambil melambaikan tangannya.
"Dia siapa sih?" tanya Shilla.
"Temen SMP gue.."kata Rio.
"Yaudah.. yuk pulang.."
"Okee. yuk.." kata Rio.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan langsung pulang.........
To Be Continued...
Gimana cerita selanjutnya.. Ditunggu I Will Always Love You part berikutnya..
^Echa^ elysia
Selasa, 30 Agustus 2011
Jumat, 29 Juli 2011
I Will Always Love You Part 3
Tak lama kemudian Zevana yang terkenal sombong dan sangat judes datang ke kelas Rio dan Shilla.
Zevana adalah siswi kelas XI D dan punya perasaan sama Rio tapi Rio justru menolaknya. Makanya sejak kejadian itu Zevana berubah total.
"Hahaha..." Zevana tertawa sambil menepuk tangan melihat Shilla.
"Zevana... ngapain loe di sini?"tanya Sivia bingung.
"Shilla.... Enak nggak?? ..."kata Zevana mendekati Shilla lalu mengangkat wajah Shilla yang babak belur itu.
"Heh... ngapain sih loe..."kata Rio melepaskan tangan Zevana dari wajah Shilla.
"Emang kenapa?? Tangan tangan gue kok.."kata Zevana.
"Jangan jangan,.. loe yang udah buat Shilla kayak gini..."kata Sivia curiga.
"Hahaha... pinter juga loe Sivia..."kata Zevana.
"Ohh.. jadi ini semua perbuatan loe?"tanya Rio mulai marah.
"Iya. Emangnya kenapa? Keberatan??"kata Zevana.
PLAAKKK.....
Sebuah tamparan keras dari Rio mendarat di pipi Zevana. Zevana kaget minta ampun.
"Aw... Sakit tau.."kata Zevana sambil memegang pipinya yang tadi ditampar Rio.
"Itu belum sakit. Shilla yang lebih sakit... Kurang ajar banget loe jadi orang."kata Rio.
"Ahh..."kata Zevana lalu keluar meninggalkan kelas mereka.
"Kunyuk, sejak kapan loe manggil gue Shilla. Perasaan loe sering manggil gue bebek.."kata Shilla mulai bicara.
"Yah.. sejak tadi. Yuk gue antar ke UKS. Parah banget tuh luka loe.."kata Rio.
"Ehem...ehhemm..."kata Sivia tersenyum.
"Via, temenin gue yuk."kata Shilla menarik tangan Sivia.
@UKS...
"Sini gue obatin."kata Rio lalu mengambil obat merah dan menuangkan di kapas lalu mengobati luka Shilla.
"Aw... Sakit tau.."kata Shilla menjerit kesakitan.
"Maaf..."kata Rio singkat.
"Ehemm ..."kata Sivia tersenyum.
"Kenapa sih loe Via.?"tanya Shilla.
"Engga kenapa-napa.."kata Sivia tersenyum geli.
"Udah nih. balik ke kelas yuk."kata Rio.
"Yuuk"kata Shilla lalu mereka bertiga keluar dari UKS menuju ke kelas mereka.
Jam pelajaran pun dimulai. Anak anak hanya mendapat tugas dari Bu Winda yang diawasi oleh Paak Duta.
Semuanya tenang sambil mengerjakan tugas mereka. Tidak dengan Shilla yang hanya melamun sambil mencoret-coret kertas yang ada di sampingnya.Rio melihat Shilla bingung.
"Bek, loe nggak kerja?"bisik Rio.
"Udah kok.. Nih.."kata Shilla sambil menunjukkan tugasnya yang udah selesai.
"Wah.. cepet banget.. Pinjem dong.."kata Rio.
"Enak aja.. buat sendiri...'kata Shilla lalu menyimpan bukunya di tas.
"Ah sombong banget lu, Bek.."kata Rio.
Bagaimanakah kisah selanjutnya? Tunggu di I Will Always Love You Part 4..
Zevana adalah siswi kelas XI D dan punya perasaan sama Rio tapi Rio justru menolaknya. Makanya sejak kejadian itu Zevana berubah total.
"Hahaha..." Zevana tertawa sambil menepuk tangan melihat Shilla.
"Zevana... ngapain loe di sini?"tanya Sivia bingung.
"Shilla.... Enak nggak?? ..."kata Zevana mendekati Shilla lalu mengangkat wajah Shilla yang babak belur itu.
"Heh... ngapain sih loe..."kata Rio melepaskan tangan Zevana dari wajah Shilla.
"Emang kenapa?? Tangan tangan gue kok.."kata Zevana.
"Jangan jangan,.. loe yang udah buat Shilla kayak gini..."kata Sivia curiga.
"Hahaha... pinter juga loe Sivia..."kata Zevana.
"Ohh.. jadi ini semua perbuatan loe?"tanya Rio mulai marah.
"Iya. Emangnya kenapa? Keberatan??"kata Zevana.
PLAAKKK.....
Sebuah tamparan keras dari Rio mendarat di pipi Zevana. Zevana kaget minta ampun.
"Aw... Sakit tau.."kata Zevana sambil memegang pipinya yang tadi ditampar Rio.
"Itu belum sakit. Shilla yang lebih sakit... Kurang ajar banget loe jadi orang."kata Rio.
"Ahh..."kata Zevana lalu keluar meninggalkan kelas mereka.
"Kunyuk, sejak kapan loe manggil gue Shilla. Perasaan loe sering manggil gue bebek.."kata Shilla mulai bicara.
"Yah.. sejak tadi. Yuk gue antar ke UKS. Parah banget tuh luka loe.."kata Rio.
"Ehem...ehhemm..."kata Sivia tersenyum.
"Via, temenin gue yuk."kata Shilla menarik tangan Sivia.
@UKS...
"Sini gue obatin."kata Rio lalu mengambil obat merah dan menuangkan di kapas lalu mengobati luka Shilla.
"Aw... Sakit tau.."kata Shilla menjerit kesakitan.
"Maaf..."kata Rio singkat.
"Ehemm ..."kata Sivia tersenyum.
"Kenapa sih loe Via.?"tanya Shilla.
"Engga kenapa-napa.."kata Sivia tersenyum geli.
"Udah nih. balik ke kelas yuk."kata Rio.
"Yuuk"kata Shilla lalu mereka bertiga keluar dari UKS menuju ke kelas mereka.
Jam pelajaran pun dimulai. Anak anak hanya mendapat tugas dari Bu Winda yang diawasi oleh Paak Duta.
Semuanya tenang sambil mengerjakan tugas mereka. Tidak dengan Shilla yang hanya melamun sambil mencoret-coret kertas yang ada di sampingnya.Rio melihat Shilla bingung.
"Bek, loe nggak kerja?"bisik Rio.
"Udah kok.. Nih.."kata Shilla sambil menunjukkan tugasnya yang udah selesai.
"Wah.. cepet banget.. Pinjem dong.."kata Rio.
"Enak aja.. buat sendiri...'kata Shilla lalu menyimpan bukunya di tas.
"Ah sombong banget lu, Bek.."kata Rio.
Bagaimanakah kisah selanjutnya? Tunggu di I Will Always Love You Part 4..
Rabu, 20 Juli 2011
I Will Always Love You - Part 2
Dengan terpaksa Shilla pulang sendirian. Tiba tiba ketika Shilla ingin menyebrangi jalan ada mobil sedan hitam dari arah berlawanan melaju kencang. Shilla yang kebetulan melihatnya langsung menghindar tapi sayangnya ia terjatuh ke aspal jalanan. Mobil itu langsung berhenti. Pengemudi mobil itu turun dan menghampiri Shilla.
"Ehh... Maaf.. maaf.. Tadi gue ngga liat loe."kata pengemudi mobil itu membantu Shilla.
"Maaf... Maaf... Loe kira hidup gue lebih murah dari kata MAAF?? "kata Shilla lalu berdiri dan melihat ke arah pengemudi mobil itu yang ternyata adalah RIO.
"Ehh.. ternyata loe, Bek.."kata Rio dengan tampang tak bersalah.
"Ahh... Kunyuuukk... Loe hampir bikin hidup gue berakhir tau ngga.. Dasar loe ..."kata Shilla marah marah.
"Gue kan udah minta maaf, Bek."kata Rio tersenyum.
"Sebagai imbalannya loe harus anterin gue pulang sampe rumah.."kata Shilla.
"Hah... Tapi,..."kata Rio.
"Nggak. pokoknya loe anterin gue.. Ayo cepet..."kata Shilla yang lanngsung masuk mobil sedan hitam milik Rio. Rio yang masih bengong akhirnya masuk ke mobilnya dan dengan terpaksa mengantarkan Shilla pulang.
Di depan rumah Shilla...
"Udah sampe Bek.."kata Rio.
"Iya.. Iya... Thanks yah" kata Shilla lalu mengambil tasnya dan keluar dari mobil Rio.
"Eh..eh... Bebek...! "kata Rio lalu keluar dari mobilnya menghampiri Shilla yang sudah di depan pintu masuk rumahnya.
"Bebek.."panggil Rio.
"Eh.. Kenapa Nyukk?"tanya Shilla menoleh ke arah Rio.
Rio memegang siku kanan Shilla. Shilla hanya bengong.
"Kenapa loe pegang pegang gue?? Aw.. "kata Shilla.
"Tuh kan. Bener ada lukanya.. Sini gue obatin. Darahnya banyak tuh.."kata Rio lalu menarik tangan Shilla menuju mobilnya. Shilla disuruh duduk di dalam mobil. Rio mengeluarkan P3K dan mulai mengobati tangan Shilla.
"Aw.. Pelan pelan dong .. Sakit tau.."kata Shilla menjerit kesakitan.
"Sakit yah?Sorry...sorry..."kata Rio lalu menutup luka Shilla dengan kapas.
"Thanks yah.. Gue masuk dulu.. Bye Nyukk.."kata Shilla lalu masuk ke dalam.
Rio langsung pulang dengan mobilnya menuju kompleks Mawar Blok A, alamat rumahnya.
Di kelas ...
"Rio.. mana si Shilla? Kok dari tadi ngga keliatan. Biasanya kan jam segini udah dateng.."kata Sivia.
"Emangnya dia belum dateng dari tadi??"tanya Rio.
"Belum.. Loe liat dia ngga??"tanya Sivia lagi.
"Nggak.."kata Rio lalu duduk di kursinya sambil mendengarkan musik dari HPnya.
Tak lama kemudian Shilla datang dengan wajah di sekitar bibirnya berdarah dan bekas tamparan di pipi kanannya. Shilla menuju ke kursinya dan duduk.Sivia yang melihat Shilla melewati tempatnya langsung menghampiri Shilla dan langsung bertanya kejadian yang menimpa dirinya.
"Astaga Shilla.. Loe kenapa jadi begini Shill?? "tanya Sivia.
Rio yang melihat Shilla langsung mematikan musik dari HPnya dan bertanya pada Shilla.
Shilla yang dari tadi memegang pipinya tidak mau bicara.
"Bek loe kenapa? Bibir loe bedarah. kenapa lagi tuh pipi loe?? Ada apa sih??"tanya Rio sambil memegang tangan Shilla. Tapi Shilla hanya diam. Tak mau berkata-kata.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Shilla? Siapa yang tega membuat Shilla jadi babak belur begitu?Dan apa yang akan dilakukan Rio?
Temukan jawabannya di I Will Always Love You Part 3...
"Ehh... Maaf.. maaf.. Tadi gue ngga liat loe."kata pengemudi mobil itu membantu Shilla.
"Maaf... Maaf... Loe kira hidup gue lebih murah dari kata MAAF?? "kata Shilla lalu berdiri dan melihat ke arah pengemudi mobil itu yang ternyata adalah RIO.
"Ehh.. ternyata loe, Bek.."kata Rio dengan tampang tak bersalah.
"Ahh... Kunyuuukk... Loe hampir bikin hidup gue berakhir tau ngga.. Dasar loe ..."kata Shilla marah marah.
"Gue kan udah minta maaf, Bek."kata Rio tersenyum.
"Sebagai imbalannya loe harus anterin gue pulang sampe rumah.."kata Shilla.
"Hah... Tapi,..."kata Rio.
"Nggak. pokoknya loe anterin gue.. Ayo cepet..."kata Shilla yang lanngsung masuk mobil sedan hitam milik Rio. Rio yang masih bengong akhirnya masuk ke mobilnya dan dengan terpaksa mengantarkan Shilla pulang.
Di depan rumah Shilla...
"Udah sampe Bek.."kata Rio.
"Iya.. Iya... Thanks yah" kata Shilla lalu mengambil tasnya dan keluar dari mobil Rio.
"Eh..eh... Bebek...! "kata Rio lalu keluar dari mobilnya menghampiri Shilla yang sudah di depan pintu masuk rumahnya.
"Bebek.."panggil Rio.
"Eh.. Kenapa Nyukk?"tanya Shilla menoleh ke arah Rio.
Rio memegang siku kanan Shilla. Shilla hanya bengong.
"Kenapa loe pegang pegang gue?? Aw.. "kata Shilla.
"Tuh kan. Bener ada lukanya.. Sini gue obatin. Darahnya banyak tuh.."kata Rio lalu menarik tangan Shilla menuju mobilnya. Shilla disuruh duduk di dalam mobil. Rio mengeluarkan P3K dan mulai mengobati tangan Shilla.
"Aw.. Pelan pelan dong .. Sakit tau.."kata Shilla menjerit kesakitan.
"Sakit yah?Sorry...sorry..."kata Rio lalu menutup luka Shilla dengan kapas.
"Thanks yah.. Gue masuk dulu.. Bye Nyukk.."kata Shilla lalu masuk ke dalam.
Rio langsung pulang dengan mobilnya menuju kompleks Mawar Blok A, alamat rumahnya.
Di kelas ...
"Rio.. mana si Shilla? Kok dari tadi ngga keliatan. Biasanya kan jam segini udah dateng.."kata Sivia.
"Emangnya dia belum dateng dari tadi??"tanya Rio.
"Belum.. Loe liat dia ngga??"tanya Sivia lagi.
"Nggak.."kata Rio lalu duduk di kursinya sambil mendengarkan musik dari HPnya.
Tak lama kemudian Shilla datang dengan wajah di sekitar bibirnya berdarah dan bekas tamparan di pipi kanannya. Shilla menuju ke kursinya dan duduk.Sivia yang melihat Shilla melewati tempatnya langsung menghampiri Shilla dan langsung bertanya kejadian yang menimpa dirinya.
"Astaga Shilla.. Loe kenapa jadi begini Shill?? "tanya Sivia.
Rio yang melihat Shilla langsung mematikan musik dari HPnya dan bertanya pada Shilla.
Shilla yang dari tadi memegang pipinya tidak mau bicara.
"Bek loe kenapa? Bibir loe bedarah. kenapa lagi tuh pipi loe?? Ada apa sih??"tanya Rio sambil memegang tangan Shilla. Tapi Shilla hanya diam. Tak mau berkata-kata.
Apa yang sebenarnya terjadi pada Shilla? Siapa yang tega membuat Shilla jadi babak belur begitu?Dan apa yang akan dilakukan Rio?
Temukan jawabannya di I Will Always Love You Part 3...
Senin, 18 Juli 2011
I Will Always Love You - Part 1
Shilla yang terkenal pandai di kelasnya itu menuju ke piket untuk meminta tugas pada guru piket. Ya. Shilla adalah ketua kelas di kelas XI IPA 2 di SMA Taruna Bangsa.
Selesai mendapat tugas dari guru piket, Shilla menuju ke kelasnya untuk memberi tugas itu.
Di kelas XI IPA 2 ...
"Woii... perhatian dulu semuanya. Ini ada tugas dari piket. Buka buku halaman 109 kerjain latihan 2. Dikumpulin pas jam istirahat.." kata Shilla menertibkan kelasnya yang sedang ribut.
"Eh kunyuk, emangnya harus dikumpulin sekarang yah? Cuma tugas dari piket doang kok.. Masa sih harus dikumpulin.."kata Rio, teman sebangku Shilla di kelas itu.
"Terserah loe aja deh Bek. Mo dikumpulin atau ngga yang penting bukan gue yang dimarahin.."kata Shilla lalu duduk di tempatnya dan langsung mengerjakan tugas itu.
"Yah.. Dasar kunyuk loe.. Ngga punya hati sama temen sendiri."kata Rio lalu dengan terpaksa mengerjakan tugas dari piket.
Jam istirahat...
"Shilla, udah bel nih. Kumpulin aja tuugasnya.."kata Sivia teman dekat Shilla di kelas.
"Iya..iya.. Mana punya loe."kata Shilla lalu mengambil buku Sivia.
"Bek, mana tugas loe."kata Shilla pada Rio yang masih mengerjakan tugasnya.
"Sabar kodok.. Tinggal satu nomor lagi.."kata Rio.
"Cepetan dong. Gue juga mo istirahat nih.."kata Shilla
"Iya.. iya..."kata Rio.
"Nah udah.. Nih dok."kata Rio lalu memberikan bukunya pada Shilla.
Setelah selesai mengumpulkan tugas anak anak, Shilla yang dari tadi melihat Rio hanya duduk dan main I-padnya menyuruh Rio membantunya.
"Bebek, bantuin gue dong. Ini sebagian loe bawa ke ruang guru deh."kata Shilla sambil memberikan sebagian dari buku tugas anak anak.
"Ahh loe aja yang bawa. Gue lagi sibuk"kata Rio melanjutkan kesibukannya yatu bermain I-pad.
"Yee... Sibuk dari mana loe cuma main I-pad terus."kata Shilla.
"Ya gue sibuk main lah!!"kata Rio terus memainkan I-padnya.
"Yah.. nyebelin loe Nyuk.. Batuin kek."kat Shilla kesal.
"Ahh... Yaudah mari bukunya.."kata Rio lalu mengambil sebagian buku dari Shilla.
"Nah,.. gitu dong Nyuk."kata Shilla lalu langsung keluar dengan Rio membawa buku tugas anak anak ke ruang guru.
Jam pulang sekolah...
"Nyuk,.. loe pulang sama mobil loe??"tanya Shilla sambil membereskan buku bukunya.
"Yailah.. emang kanapa loe??"kata Rio.
"Gue boleh ikut ngga?? Soalnya hari ini supir gue ngga bisa jemput gue.. Boleh yah.."kata Shilla membujuk Rio untuk pulang dengannya.
"Ngga.. Naik angkot aja deh loe.."kata Rio.
"Yah.. Nyuk.. Loe tega banget sama gue.. Masa iya sih gue pulang sendirian.."kat Shilla terus membujuk Rio.
"Ya emang urusan gue?.. Udah ah.. Gue pulang dulu yah.. Dah.."kata Rio lalu keluar dari kelas.
Dengan terpaksa Shilla pulang sendirian. Saat Shilla ingin menyebrang jalan, tiba tiba ada mobil sedan hitam dari arah berlawanan melaju kencang.
Apakah Shilla akan tertabrak mobil itu? Dan siapakah pengemudi mobil itu?
Temukan jawabannya di I Will Always Love You Part 2...
Selesai mendapat tugas dari guru piket, Shilla menuju ke kelasnya untuk memberi tugas itu.
Di kelas XI IPA 2 ...
"Woii... perhatian dulu semuanya. Ini ada tugas dari piket. Buka buku halaman 109 kerjain latihan 2. Dikumpulin pas jam istirahat.." kata Shilla menertibkan kelasnya yang sedang ribut.
"Eh kunyuk, emangnya harus dikumpulin sekarang yah? Cuma tugas dari piket doang kok.. Masa sih harus dikumpulin.."kata Rio, teman sebangku Shilla di kelas itu.
"Terserah loe aja deh Bek. Mo dikumpulin atau ngga yang penting bukan gue yang dimarahin.."kata Shilla lalu duduk di tempatnya dan langsung mengerjakan tugas itu.
"Yah.. Dasar kunyuk loe.. Ngga punya hati sama temen sendiri."kata Rio lalu dengan terpaksa mengerjakan tugas dari piket.
Jam istirahat...
"Shilla, udah bel nih. Kumpulin aja tuugasnya.."kata Sivia teman dekat Shilla di kelas.
"Iya..iya.. Mana punya loe."kata Shilla lalu mengambil buku Sivia.
"Bek, mana tugas loe."kata Shilla pada Rio yang masih mengerjakan tugasnya.
"Sabar kodok.. Tinggal satu nomor lagi.."kata Rio.
"Cepetan dong. Gue juga mo istirahat nih.."kata Shilla
"Iya.. iya..."kata Rio.
"Nah udah.. Nih dok."kata Rio lalu memberikan bukunya pada Shilla.
Setelah selesai mengumpulkan tugas anak anak, Shilla yang dari tadi melihat Rio hanya duduk dan main I-padnya menyuruh Rio membantunya.
"Bebek, bantuin gue dong. Ini sebagian loe bawa ke ruang guru deh."kata Shilla sambil memberikan sebagian dari buku tugas anak anak.
"Ahh loe aja yang bawa. Gue lagi sibuk"kata Rio melanjutkan kesibukannya yatu bermain I-pad.
"Yee... Sibuk dari mana loe cuma main I-pad terus."kata Shilla.
"Ya gue sibuk main lah!!"kata Rio terus memainkan I-padnya.
"Yah.. nyebelin loe Nyuk.. Batuin kek."kat Shilla kesal.
"Ahh... Yaudah mari bukunya.."kata Rio lalu mengambil sebagian buku dari Shilla.
"Nah,.. gitu dong Nyuk."kata Shilla lalu langsung keluar dengan Rio membawa buku tugas anak anak ke ruang guru.
Jam pulang sekolah...
"Nyuk,.. loe pulang sama mobil loe??"tanya Shilla sambil membereskan buku bukunya.
"Yailah.. emang kanapa loe??"kata Rio.
"Gue boleh ikut ngga?? Soalnya hari ini supir gue ngga bisa jemput gue.. Boleh yah.."kata Shilla membujuk Rio untuk pulang dengannya.
"Ngga.. Naik angkot aja deh loe.."kata Rio.
"Yah.. Nyuk.. Loe tega banget sama gue.. Masa iya sih gue pulang sendirian.."kat Shilla terus membujuk Rio.
"Ya emang urusan gue?.. Udah ah.. Gue pulang dulu yah.. Dah.."kata Rio lalu keluar dari kelas.
Dengan terpaksa Shilla pulang sendirian. Saat Shilla ingin menyebrang jalan, tiba tiba ada mobil sedan hitam dari arah berlawanan melaju kencang.
Apakah Shilla akan tertabrak mobil itu? Dan siapakah pengemudi mobil itu?
Temukan jawabannya di I Will Always Love You Part 2...
Jumat, 08 Juli 2011
Selasa, 05 Juli 2011
Fakta Lain Echa Elysia
Hy :D nih ada fakta yg lain ttg Echa Elysia..
Echa sering main ke rumahnya Dea IC 3.. sampe lupa waktu!!
Echa juga pernah main ke rumahnya anak IC 3 yg cowok.. tapi gue lupa siapa Hehe..
Echa pernah ditembak sama anak IC 3 cowo tapi Echa nolak Huhh.. kalo gue sih mauu...
Rencananya Echa mau bikin album baru.. Ditunggu yah dijamin kereenn banget!! :)
Echa katanya mau feat bareng Alvin IC 3 di album barunya... Woww...
Nah.. itu dulu yah :)
Ditunggu fakta Echa dgn Anak2 IC ...
Thank you... :D
Senin, 04 Juli 2011
FAKTA tentang Echa Elysia
Ini dia fakta-fakta tentang ECHA ELYSIA
Sorry yah yg nulis bukan echa tapi best friendnya Chika!! Hehe :D
Echa orangnya baik, suka berteman dgn siapa saja.
Enakk diajak ngomong apalagi tentang rahasia (gue sering ngomong rahasia gue sama echa)
Echa pernah ikut audisi Idola Cilik 3.. tapi sayang nggak masuk 14 besar!! :(
Kalau Echa lagi ngambek nggak bisa dibujuk kecuali dibujuk sambil nyanyiin lagu...
Echa suka ajak jalan2 gue ke mall.. dia juga suka beliin apa yg gue suka
Echa phobia ruangan gelap dan cicak
Gue pernah kasih cicak ke Echa dan dia langsung teriak2 n ngambekk
Echa juga suka jailin orang terutama best friendnya ... yaitu gue Chika
Echa juga pernah diajak main sama anak2 IC 3 (Zeva Ray Dea Rio )
Echa sering latihan bass di studionya.. Wow keren banget dia mainnya...
Echa juga suka maiin piano kakaknya di studio.. Hehehe :)
Mungkin baru ini yg baru bisa gue kasih tau tentang Echa
Tunggu fakta yg lainnya yah...
Thank's buat yg baca.. :)
Sorry yah yg nulis bukan echa tapi best friendnya Chika!! Hehe :D
Echa orangnya baik, suka berteman dgn siapa saja.
Enakk diajak ngomong apalagi tentang rahasia (gue sering ngomong rahasia gue sama echa)
Echa pernah ikut audisi Idola Cilik 3.. tapi sayang nggak masuk 14 besar!! :(
Kalau Echa lagi ngambek nggak bisa dibujuk kecuali dibujuk sambil nyanyiin lagu...
Echa suka ajak jalan2 gue ke mall.. dia juga suka beliin apa yg gue suka
Echa phobia ruangan gelap dan cicak
Gue pernah kasih cicak ke Echa dan dia langsung teriak2 n ngambekk
Echa juga suka jailin orang terutama best friendnya ... yaitu gue Chika
Echa juga pernah diajak main sama anak2 IC 3 (Zeva Ray Dea Rio )
Echa sering latihan bass di studionya.. Wow keren banget dia mainnya...
Echa juga suka maiin piano kakaknya di studio.. Hehehe :)
Mungkin baru ini yg baru bisa gue kasih tau tentang Echa
Tunggu fakta yg lainnya yah...
Thank's buat yg baca.. :)
Langganan:
Postingan (Atom)