Rabu, 20 Juli 2011

I Will Always Love You - Part 2

Dengan terpaksa Shilla pulang sendirian. Tiba tiba ketika Shilla ingin menyebrangi jalan ada mobil sedan hitam dari arah berlawanan melaju kencang. Shilla yang kebetulan melihatnya langsung menghindar tapi sayangnya ia terjatuh ke aspal jalanan. Mobil itu langsung berhenti. Pengemudi mobil itu turun dan menghampiri Shilla.
"Ehh... Maaf.. maaf.. Tadi gue ngga liat loe."kata pengemudi mobil itu membantu Shilla.
"Maaf... Maaf... Loe kira hidup gue lebih murah dari kata MAAF?? "kata Shilla lalu berdiri dan melihat ke arah pengemudi mobil itu yang ternyata adalah RIO.
"Ehh.. ternyata loe, Bek.."kata Rio dengan tampang tak bersalah.
"Ahh... Kunyuuukk... Loe hampir bikin hidup gue berakhir tau ngga.. Dasar loe ..."kata Shilla marah marah.
"Gue kan udah minta maaf, Bek."kata Rio tersenyum.
"Sebagai imbalannya loe harus anterin gue pulang sampe rumah.."kata Shilla.
"Hah... Tapi,..."kata Rio.
"Nggak. pokoknya loe anterin gue.. Ayo cepet..."kata Shilla yang lanngsung masuk mobil sedan hitam milik Rio. Rio yang masih bengong akhirnya masuk ke mobilnya dan dengan terpaksa mengantarkan Shilla pulang.

Di depan rumah Shilla...
"Udah sampe Bek.."kata Rio.
"Iya.. Iya... Thanks yah" kata Shilla lalu mengambil tasnya dan keluar dari mobil Rio.
"Eh..eh... Bebek...! "kata Rio lalu keluar dari mobilnya menghampiri Shilla yang sudah di depan pintu masuk rumahnya.
"Bebek.."panggil Rio.
"Eh.. Kenapa Nyukk?"tanya Shilla menoleh ke arah Rio.
Rio memegang siku kanan Shilla. Shilla hanya bengong.
"Kenapa loe pegang pegang gue?? Aw.. "kata Shilla.
"Tuh kan. Bener ada lukanya.. Sini gue obatin. Darahnya banyak tuh.."kata Rio lalu menarik tangan Shilla menuju mobilnya. Shilla disuruh duduk di dalam mobil. Rio mengeluarkan P3K dan mulai mengobati tangan Shilla.
"Aw.. Pelan pelan dong .. Sakit tau.."kata Shilla menjerit kesakitan.
"Sakit yah?Sorry...sorry..."kata Rio lalu menutup luka Shilla dengan kapas.
"Thanks yah.. Gue masuk dulu.. Bye Nyukk.."kata Shilla lalu masuk ke dalam.
Rio langsung pulang dengan mobilnya menuju kompleks Mawar Blok A, alamat rumahnya.

Di kelas ...
"Rio.. mana si Shilla? Kok dari tadi ngga keliatan. Biasanya kan jam segini udah dateng.."kata Sivia.
"Emangnya dia belum dateng dari tadi??"tanya Rio.
"Belum.. Loe liat dia ngga??"tanya Sivia lagi.
"Nggak.."kata Rio lalu duduk di kursinya sambil mendengarkan musik dari HPnya.
Tak lama kemudian Shilla datang dengan wajah di sekitar bibirnya berdarah dan bekas tamparan di pipi kanannya. Shilla menuju ke kursinya dan duduk.Sivia yang melihat Shilla melewati tempatnya langsung menghampiri Shilla dan langsung bertanya kejadian yang menimpa dirinya.
"Astaga Shilla.. Loe kenapa jadi begini Shill?? "tanya Sivia.
Rio yang melihat Shilla langsung mematikan musik dari HPnya dan bertanya pada Shilla.
Shilla yang dari tadi memegang pipinya tidak mau bicara.
"Bek loe kenapa? Bibir loe bedarah. kenapa lagi tuh pipi loe?? Ada apa sih??"tanya Rio sambil memegang tangan Shilla. Tapi Shilla hanya diam. Tak mau berkata-kata.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Shilla? Siapa yang tega membuat Shilla jadi babak belur begitu?Dan apa yang akan dilakukan Rio? 
Temukan jawabannya di I Will Always Love You Part 3...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar